Monday, 02 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Dolar AS mengalami sedikit kenaikan di awal minggu
Tuesday, 11 March 2025 04:11 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Dolar AS (USD) masih tertekan pada hari Senin, dengan DXY berada di sekitar 103,95, berjuang untuk mendapatkan daya tarik setelah penurunan tajam minggu lalu. Pernyataan terbaru Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada hari Jumat meyakinkan pasar bahwa bank sentral tidak melihat kebutuhan mendesak untuk menyesuaikan kebijakan saat ini, meskipun ketidakpastian ekonomi meningkat. Sementara itu, Nasdaq menghadapi kerugian pasar yang besar, turun 3,3%, karena investor tetap berhati-hati menjelang data inflasi utama Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis pada pertengahan minggu.
The Fed menjadi fokus saat CPI muncul
Pelaku pasar bersiap untuk rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) Februari pada hari Rabu, yang diharapkan memberikan wawasan utama tentang tren inflasi.
Federal Reserve memasuki periode pemadaman menjelang pertemuan 19 Maret, membatasi komentar bank sentral untuk minggu ini. Ketua Fed Jerome Powell menegaskan kembali pada hari Jumat bahwa Fed tetap sabar dan tidak melihat kebutuhan mendesak untuk bertindak, lebih memilih untuk menunggu data ekonomi tambahan sebelum membuat perubahan kebijakan apa pun.
Ekuitas AS menghadapi koreksi tajam, dengan Nasdaq memimpin penurunan, turun 3,3%.
CME FedWatch Tool menunjukkan ekspektasi mayoritas agar suku bunga tetap pada level saat ini pada bulan Mei, sementara ekspektasi penurunan suku bunga pada bulan Juni telah meningkat secara signifikan.
Menjelang periode pemadaman media, indeks sentimen Fed pada grafik harian telah jatuh ke posisi netral, yang juga dapat menjelaskan penurunan USD.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS